RI-SATU.id, Jakarta – inisial AVI penjahat TPPO sebut-sebut inisial ROBI oknum anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno Hatta.
Seorang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Negara Oman inisial SSM yang telah tiba di tanah air belum lama ini, pernah mendapat ancaman dari inisial AVI.
Inisial AVI yang sering disebut-sebut oleh para korban TPPO di Negara Oman sebagai penjahat TPPO, pasalnya peran inisial AVI adalah agen yang kerap memperdagangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negara Oman.
Bahwa inisial AVI menitipkan barang bagasi melalui SSM untuk dibawa ke Indonesia barang milik inisial ROBI “awas itu bagasi jangan lupa kalau sampe ketinggalan kamu disuruh ganti itu ,kamu diikuti sampe rumah,,,ini titipan polisi bandara katanya” kata SSM kepada RI-SATU.id
“itu ROBI yang kasih paspor saya pak dibandara saat saya mau berangkat ke Oman, dia juga yang handle saya” ucapnya
SSM memberikan bukti rekaman suara kepada redaksi berisikan suara inisial AVI upaya pemerasan “Nanti kalo ada uang 40 juta kirim kesaya ok, kamu berangkat, kamu pergi bukan pakai uang nenek moyang kamu ok, urusanmu sama UMI ok, suruh ganti orang suruh datangi kesini ok”
Terkait disebut-sebut inisial ROBI oknum anggota Polresta Bandara Soekarno Hatta, saat dikonfirmasi Kombes Pol Ronald FC Sipayung melalui pesan whatsapp, menjawab “Terimakasih informasinya pak.. Saya teruskan dan telah perintahkan Kasat Reskrim untk lakukan penyelidikan.”
RI-SATU.id juga mengkonfirmasi inisial AVI melalui pesan whatsapp terkait inisial ROBI yang disebut, namun hingga berita ini di realese belum ada konfirmasi dari inisial AVI.
Saat diminta tanggapan Doli sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat Desa Emas ditemui dikantornya mengatakan “kami sudah terima kuasa untuk pelaporan SSM sebagai korban TPPO”
Tambahnya “SSM juga sempat mengalami percobaan pembunuhan, pasalnya, SSM sakit parah tapa tidak diobati dan dipaksa kerja sampai hidungnya mengeluarkan darah”
“SSM berangkat dari bandara soekarno hatta dibantu oleh Mafia Handle, kami sudah buat laporan terkait yang dialami oleh SSM, saya sudah minta SSM supaya menjelaskan sebenarnya dan apa adanya semua di pengadilan, saya mau lihat apakah penjahat TPPO lebih hebat dari Negara ?” pungkasnya
(Red)