RI-SATU.id, Jakarta - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penduduk bekerja dari lulusan SD ke bawah lebih banyak dibanding lulusan kampus. Pada November 2025, lulusan SD ke bawah yang bekerja mencapai 34,63 persen, sedangkan lulusan kampus hanya sekitar 13 persen.
Menurut laporan Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025, yang terbit Kamis (5/2/2026), sebagian besar penduduk Indonesia yang bekerja pada November 2025 datang dari lulusan SD ke bawah. Selanjutnya ada lulusan SMA dan SMP.
"Dibandingkan dengan Agustus 2025, penduduk bekerja berpendidikan Sekolah Menengah Atas, SD ke bawah, Diploma IV, S1, S2, S3, dan Diploma I/II/III mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,19 persen poin; 0,12 persen poin; 0,03 persen poin, dan 0,02 persen poin," tulis laporan tersebut.
Lulusan Kampus Jadi yang Paling Sedikit Bekerja
Menurut laporan, lulusan kampus dari D-I hingga S3 yang bekerja yakni 13,01 persen. Rinciannya, lulusan D-I sampai D-III 2,20 persen dan lulusan D-IV sampai S3 10,81 persen.
Jika dibandingkan, terpaut jauh sekali antara penduduk yang bekerja lulusan SD dengan lulusan kampus. Sementara dari semua lulusan, lulusan D-I sampai D-III yang bekerja pada November jadi yang paling sedikit.
Berikut urutan penduduk yang bekerja berdasarkan lulusan terakhir.
- SD ke Bawah: 34,63%
- SMA: 20,99%
- SMP: 17,31%
- SMK: 14,06%
- Diploma IV, S1, S2, S3: 10,81%
- Diploma I/II/III: 2,20%
Pada November 2025, penduduk bekerja paling banyak berstatus:
- Buruh/karyawan/pegawai yaitu sebesar 38,81%
- Berusaha sendiri 20,61%
- Berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar 14,31%
- Pekerja keluarga/tidak dibayar 12,88%
- Pekerja bebas di nonpertanian 5,50%
- Pekerja bebas di pertanian 4,39%
- Berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar 3,49%
Lulusan SD Sumbang Pengangguran Paling Sedikit, SMK Terbanyak
Sementara itu, laporan menyebutkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per November 2025 mencapai 4,74 persen. Itu setara dengan sekitar 7,35 juta penganggur.
Berdasarkan jumlah tersebut, lulusan yang menyumbang pengangguran terbanyak bukan dari SD ke bawah melainkan dari lulusan SMK. Tingkat pengangguran dari lulusan SMK mencapai 8,45 persen, disusul lulusan SMA dengan 6,55 persen.
Untuk lulusan SD ke bawah, menjadi penyumbang pengangguran paling sedikit dengan hanya 2,29 persen. Sementara lulusan Diploma IV, S1, S2, S3 yaitu 5,38 persen.
Berikut tingkat pengangguran terbuka berdasarkan lulusannya:
1. Sekolah Menengah Kejuruan: 8,45%
2. Sekolah Menengah Atas: 6,55%
3. Diploma IV, S1, S2, S3: 5,38%
4. Diploma I/II/III: 4,22%
5. Sekolah Menengah Pertama: 3,76%
6. SD ke Bawah: 2,29%
(Red)