RI-SATU.id, Jakarta - Pemerintah mencatat jumlah sumber daya manusia (SDM) di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) di Indonesia masih sangat kurang jika dibandingkan dengan negara maju.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Ardi Findyartini mengatakan, jumlah talenta STEM di Indonesia baru kurang dari 20 persen.
"Jadi berbagai negara maju itu talenta STEM-nya sudah di atas 30-40 persen, kita masih kurang dari 20 persen," kata Ardi di SMAN Unggulan M.H Thamrin, Jakarta Timur, Senin (22/6/2026).
Tidak akan menomor duakan bidang sosial humaniora
Meski demikian, Ardi menegaskan, pemerintah tidak akan menomorduakan bidang sosial humaniora (soshum) dalam pembangunan negara.
Kata Ardi, bidang Soshum juga sangat penting utamanya dalam pembangunan Indonesia
Dalam penerimaan Beasiswa Garuda Sarjana, pemerintah tetap akan memberikan prioritas yang sama antara bidang STEM dan Soshum.
"Yang penting relevan dengan bidang yang menjadi prioritas nasional," jelas Ardi. Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pemerintah mendikotomikan antara pelajaran STEM dengan mata pelajaran lain seperti seni.
Menurut Fajar pembelajaran itu harus berjalan beriringan, sedangkan seni merupakan salah satu bidang dari proses pembangunan STEM.
Teknologi tanpa seni akan kehilangan sentuhannya
"Sebenarnya kami tidak mendikotomikan antara sains, teknologi dengan seni ya. Justru kan kita disamping STEM adalah namanya STEAM. Science, Technology, Engineering, Art, and Math. Nah kita berpihak bahwa seni itulah sebagian dari proses pembangunan STEM ini," kata Fajar
Fajar menilai, keberadaan teknologi tanpa seni maka akan kehilangan sentuhan-sentuhan khas untuk mewarnai STEM.
"Karena teknologi tanpa seni akan kehilangan sentuhannya. Negara yang berkembang itu pasti di samping teknologi juga ada seni tingkat tingginya," ujarnya.
"Jadi kalau kami tidak mendikotomikan antara teknologi dan juga seni. Justru seni adalah jiwa, ruh dari teknologi itu," jelas Fajar.
(Red)